Posts

Selamatan Malam Tujuh Harian

Image
Mohan, malam itu ada undangan pengajian selamatan 7 hari pamannya yang meninggal. Karena memang kerabat dekat, Mohan datang lebih awal untuk ikut membantu menyiapkan tempat selamatan. Acara tahlilan pun dimulai jam setengah 8, dan berakhir sekitar jam 8 lebih.  Dan kurang lebih 70 kepala keluarga datang ikut mendoakan paman Mohan yang bernama Irsyad itu. Begitu acara selesai, tamu pun satu-persatu keluar dan rumah menjadi sepi. Mohan pun membereskan piring-piring bekas makan para tamu yang berserakan. Dan ketika Mohan berjalan ke arah belakang, melewati ruang tengah, sebuah ruangan pembatas dapur dan ruang tamu. Melihat seseorang yang sangat dikenalnya duduk sendirian dikursi tua, merokok dan sepertinya belum makan, Mohan menyapa "Loh Pak Lek, kok disini, sudah makan?" sambil Mohan terus berlalu membawa tumpukan piring ke arah dapur. Sesosok itu hanya tersenyum, tidak membalas sapaan Mohan. Begitu Mohan meletakkan piring ditempat cucian, da...

Wanita Berpayung Putih Pujon

Image
Adam yang beralamat di Sawojajar, Malang, hari itu dia pulang terlalu malam dari Kandangan, Kediri, melewati bukit Pujon. Jam menunjukkan jam 12, dan lampu depan motor GL Max Adam agak bermasalah dan berpijar redup, sehingga dia tidak berani ngebut. Suasana warung-warung Payung yang biasanya ramai oleh orang-orang yang berpacaran dan biasa begadang sampai pagi, hari itu sepi dan hanya satu dua warung saja yang tetap buka. Tak jauh setelah gapura Batu dekat pintu masuk Coban Rondo, tampak seorang cewek berbaju putih, memakai payung yang berwarna putih, berdiri di pinggir jalan. Meskipun Adam sudah merasa ganjil, namun tidak tahu mengapa, dia tetap menyapa cewek itu. "Mbak, kok disini sendirian?" tanya Adam. "Ini tadi aku sebenarnya bareng-bareng sama temenku Mas, mau pulang ke Sukun, tapi aku ditinggal" jawab cewek itu dengan wajah yang tampak kebingungan, "Terus ini uangku juga sudah terlanjur habis" tambah cewek itu sambil menunjukkan domp...

Penjaga Semok Warung Jamu

Image
Malam itu, Wondo dan Afid jalan-jalan ke alun-alun kota. Cuaca yang gerimis, membuat alun-alun sepi, tidak ramai seperti biasanya. Karena Wondo merasa tidak enak badan, Wondo mengajak Afid mampir ke warung jamu Inem. "Tumben, sepi Neng?" kata Wondo ketika masuk dan menyapa Inem yang sedang nonton sinetron. "Iya Mas, lagi ujan, sepi" jawab Inem sembari beranjak dari tempat duduknya. Wondo memang sering ke warung itu, selain karena racikan jamu Inem cocok di badan Wondo, tubuh semok Inem merupakan daya tarik tersendiri baginya. "STMJ, awakmu opo Fid?" kata Wondo memesan minuman jamu ringannya. "Aku podo wae lah" jawab Afid. "Ok.. STMJ dua Neng" kata Wondo merevisi pesenannya. Sembari menunggu STMJ mereka diracikkan, Afid dan Wondo menggoda Inem yang merupakan janda kembang. "Mbak, tidak pengen nikah lagi?" tanya Afid. "Moh ah...sekarang banyak lelaki cuma enaknya tok, tidak mau kerja...

Hantu Jembatan Universitas

Image
Tidak biasanya, malam itu air sungai Bajul Cemeng naik setinggi lelaki dewasa. Sungai yang mengalir melalui salah satu universitas di Malang itu, meskipun musim hujan, biasanya cuma setinggi lutut. Melihat ikan Wader yang besar-besar dan berseliweran waktu siangnya, membuat Manaf, seorang mahasiswa universitas yang dilewati sungai itu, memancing diwaktu malamnya. Jam menunjukkan pukul 21.00, karena suasana kampus masih ramai oleh mahasiswa-mahasiswa lain yang sedang ngenet, Manaf pun mencari tempat sepi dan agak gelap di dekat jembatan. Sambil mendengarkan lagu campursari kesukaannya melalui headset, Manaf menikmati memancingnya meski sendirian. Seperti yang dia duga, tidak butuh waktu lama, ikan Wader yang berukuran besar-besar berhasil dipancingnya. "Mancing Naf?" sapa seorang cewek, sambil menepuk pundak Manaf dari arah belakang. Manaf yang kaget, ditepuk karena tidak mendengar dipanggil memakai headset, sedikit berteriak sambil menoleh mema...

Hantu Konvoi Motor Gede

Image
Malam itu, Husein perjalanan naik bus antar kota dari Surabaya menuju ke Banyuwangi. Sialnya bus mogok di tengah jalan, yaitu ketika akan memasuki jalan di Alas Purwo. Karena penumpang tinggal sedikit, kondektur lebih memilih untuk mengembalikan sisa ongkos, dan para penumpang diminta untuk mencari bus yang lain sendiri. Husein sedikit kesal, namun karena dia mengerti susahnya mencari uang, dia berusaha memaklumi apa yang dilakukan kondektur itu. Sambil menunggu bus dan mencari warung terdekat karena lapar, Husein berjalan ke arah depan, menjauhi bus yang ditumpanginya tadi. Jalanan terlihat sepi sekali, karena memang jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. "Jangan-jangan ini hutan beneran, kok dari tadi tidak ada rumah sekalipun" gumamnya. Husein mengecek posisinya dengan GPS di HP-nya, terlihat posisinya sedang berada di mulut Alas Purwo. "Yah tak tunggu disini sajalah" kata Husein menghentikan langkahnya. Tiba-tiba Husein teringat cerita...

Kisah-kasih di Kuliah

Dulu sekitar tahun 2011, disalah satu Universitas di Malang, ada sepasang muda mudi yang berpacaran. Yang cowok adalah asisten dosen yang telah lulus, dan yang cewek masih berstatus mahasiswa. Dan tidak terasa, sang cewek telah masuk masa-masa mengerjakan skripsi. Dan skripsi yang diambil terkait pemrograman. Masa itu, laptop masih jarang dan mahal. Mahasiswa lebih banyak menggunakan komputer dekstop. Untung sang mahasiswa adalah seorang asisten dosen, sehingga dia dapat lebih leluasa menggunakan komputer PC di laboratorium untuk mengerjakan pekerjaannya, dan bahkan menginap di laboratorium. Tetapi sang mahasiswi, dia hanya bisa mengerjakan siang hari di laboratorium, menggunakan PC yang lain. Dan tidak bisa menginap karena adat Timur yang mengharuskan ada di kos sebelum jam 9 malam. Sang mahasiswa sebenarnya kasihan melihat pacarnya itu, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisi keuangannya yang minim. Waktu pun berjalan, dan sang mahasiswa menda...

Mudahnya Mengaku Intel Polisi

Suatu pagi, setelah sarapan, seperti biasa perut Rudi mules dan ingin buang air besar. Karena memang porsi nasi yang disuguhkan mertuanya banyak, lauk sarapan pagi itu merupakan masakan ayam kecap kesukaan Rudi. Rudi pun bergegas lari ke sungai, sambil membawa handuk dan gayung plastik berisikan peralatan mandinya. Tetapi langkah kebeletnya terhalang, sebab Rudi bertemu dengan orang asing, yang Rudi kira adalah salah satu penduduk tetangga desa. "Mau kemana Pak?" tanya Rudi. Bukannya menjawab, tapi orang itu malah ngomel-ngomel, "Masak bawa HP, bawa meteran kayak gini disangka mau ngintip orang mandi" kata orang itu dengan membawa meteran tukang kayu ditangannya. Memang sebagian besar penduduk di mana Rudi tinggal, mereka mandi, cuci, dan buang air besar dilakukan di sungai. Bahkan, warga yang sudah memiliki kamar mandi sekalipun, kadang tetap lebih memilih di sungai. Mungkin saja, orang itu baru berada di sekitar tempat mandi para ibu-ibu, kem...
Cerita dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah ketidak-sengajaan penulis untuk jalannya cerita. Dan Blog ini adalah bagian dari Usaha di bawah nama branding Edugameapp yang menyediakan layanan berupa cerita pendek bergenre umum, humor dan horor yang diperuntukkan untuk pengguna internet dewasa.

Popular posts from this blog

Drama Bocil di Balik Kuali

Pujaan Driver Ojek Online

Dibalik Aplikasi Jomblo Milenial

Bukan Warung Bak Mi

Dibalik Naiknya Belanja Sri

Sofyan dan Pinjaman Online

Realita Pegawai

Lurah Sukirman

Dua Tugas Satu Tak Beres

Desainer Agak-agak