Posts

Terlanjur Antri

Image
Di taman kota yang ramai, seorang pria bernama Anton melihat antrian yang panjang. Dia melihat orang-orang di depannya ada yang memegang wadah makanan, dan ada yang terlihat sedang ingin membeli sesuatu. Namun kebanyakan dari mereka hanya berdiri diam, beberapa bahkan tampak bosan. Tanpa pikir panjang, Anton memutuskan untuk masuk ke antrian. Anton, yang merasa aneh dengan antrean yang tidak jelas di depannya, mencoba bertanya kepada orang di depannya, "Permisi, Mas. Ini antrean untuk apa ya?". Orang di depan hanya menoleh dengan tatapan kosong dan menjawab singkat, "Antrean saja." Semakin bingung, Anton kembali bertanya, "Iya, tapi antrean untuk apa?". Orang tersebut hanya mengangkat bahunya dan berkata, "Tidak tahu. Pokoknya antrean. Sudah dari tadi pagi ramai." Kemudian, Anton mencoba mencari informasi dari orang yang berdiri di belakangnya, "Maaf, Bu. Ibu tahu ini antrean untuk apa?". Ibu itu tersenyum samar dan menjawab, "Loh,...

Hantu yang Terabaikan

Image
Di sebuah kamar mandi hotel tua yang lembap dan berbau sabun usang, bersemayamlah sesosok hantu yang sedang merencanakan kejutan. Dia adalah penghuni tak kasatmata, pesugihan sang Pemilik hotel, yang bosan dengan kesunyian dan mendambakan sedikit keriuhan. Malam itu, hantu itu mendapatkan tamu seorang wanita muda memasuki kamar mandi dengan handuk melilit tubuhnya dan menghadap ke cermin besar yang beruap. Hantu itu langsung mengacak-acak 'rambut' hantunya yang sebenarnya cuma seberapa helai di sekitar kepalanya. "Saatnya beraksi," gumam si Hantu tak sabar, sambil sedikit melompat-lompat kecil di tempatnya, saking semangatnya. Dengan gerakan halus seperti ubur-ubur yang sedang buru-buru, hantu itu melayang tepat di belakang wanita itu. Dari bawah ke atas. Dia berusaha memfokuskan energi astralnya, menampilkan wujudnya yang paling menyeramkan. Yaitu wajah pucat, dengan mata hitam legam, dan menyeringai tipis, mirip orang sembelit. Hantu itu membayangkan, wanita itu aka...

Dua Tugas Satu Tak Beres

Image
Malam itu, di warung kopi Mbok Giyem yang remang-remang, Jono menyeruput kopinya dengan khidmat, sementara Joni mengaduk-aduk teh panasnya dengan tatapan menerawang. Aroma gorengan tempe mendoan bercampur dengan bau rokok kretek, menciptakan atmosfer khas warung pinggir jalan. "Jon," celetuk Jono memecah keheningan, "kemarin heboh di grup WA kompleks. Ada istri sah labrak pelakor." Joni mengangkat alisnya sebelah. "Oh ya? Siapa korbannya?" "Nah, ini dia lucunya," Jono terkekeh pelan. "Pelakor yang dilabrak itu ternyata... istrinya Pak Bambang!" "Pak Bambang yang mana?" Joni mengerutkan kening. "Itu lho, almarhum Pak Bambang, yang rumahnya pojokan, istrinya rambutnya sebahu." "Astaga! Serius kamu? Kok bisa?" "Katanya, si istri sah ini lihat suaminya, Pak Slamet, sering jemput Bu Bambang di depan gang. Terus pernah lihat juga mereka ngobrol akrab di minimarket. Ya sudah, langsung deh emosi, dikiranya sel...

Superhero juga Ingin Mudik

Image
  Langit Malang yang cerah tiba-tiba dikejutkan oleh sosok blur berwarna merah dan kuning yang melesat di atas jalanan padat. Dialah Falcon Swift, superhero yang kekuatannya segalanya super. Di balik kostum ketatnya yang gerah, tersembunyi Bambang, seorang karyawan swasta biasa yang sebenarnya juga sangat ingin segera sampai di kampung halamannya di Blitar. Sayangnya, begitu mendengar berita kemacetan parah di jalur utama, naluri kepahlawanannya (yang entah muncul dari mana) langsung bergejolak. "Demi kemanusiaan!" serunya dramatis sebelum akhirnya terbang dengan membawa ransel ajaibnya. Hari itu, Falcon Swift sibuk bukan main. Permintaan bantuan datang bertubi-tubi melalui pendengaran supernya. Maklum hari itu adalah hari terakhir puasa, sebelum lebaran. Salah satunya, "Kami terjebak macet di Nagreg, sudah tiga jam anak saya lapar sekali!" suara panik seorang ibu yang disertai tangisan seorang anak. Tanpa babibu, Bambang langsung mengubah arah. Dengan kecepatan ang...

Berdansa dengan AI

Image
Maman menghela napas dramatis di depan laptopnya, membaca artikel berita pagi ini: "Bill Gates Ramalkan AI Gantikan Dokter dan Guru dalam 10 Tahun!" Matanya berputar malas. "Ayolah," gumamnya sambil menyeruput kopi pahitnya. "Baru juga kemarin ikut pelatihan yang ternyata isinya promosi sebagai konsumen library AI." Tiba-tiba, ide cemerlang muncul di benaknya. Dia membuka grup WhatsApp kelasnya dan mengetik, "Perhatian semuanya, mulai minggu depan, semua pertanyaan terkait materi kuliah silakan diajukan kepada asisten virtual pribadi kalian masing-masing. Bisa ChatGPT atau Gemini. Mohon maaf, saya sedang fokus pada penelitian saya tentang 'Analisis Tensor Einstein dan Persamaan Gerak Jatuh Bebas Newton'." Beberapa detik kemudian, notifikasi grupnya berdering heboh. Berbagai pertanyaan muncul, "Pak Maman serius?", "Jadi Bapak nggak ngajar lagi?". Maman hanya membaca sambil terkekeh pelan. "Akhirnya," pikirnya,...

Pujaan Driver Ojek Online

Image
Matahari sore di Malang terasa menyengat, memaksa Bram menepi di bawah rindangnya pohon akasia di pinggir Jalan Ijen. Debu jalanan sedikit terangkat saat beberapa motor lain melintas. Bram menghela napas, melepas helmnya sejenak, dan mengusap peluh di dahinya. Orderan hari ini lumayan, tapi tetap saja belum cukup untuk menutupi kebutuhan esok hari. Sambil menunggu orderan baru masuk ke ponselnya yang retak di beberapa bagian, tanpa sengaja pandangannya jatuh pada dompetnya yang sudah usang. Dari sela-selanya, mengintip selembar foto polaroid yang warnanya sudah pudar. Di sana, seorang gadis tersenyum, berkaos putih dan bertopi, posenya mengingatkannya pada adegan ikonik Jun Ji-hyun di film "My Sassy Girl". "Halah, masih ngarep," gumam Bram getir, menatap foto itu sekilas, sebelum memasukkannya kembali ke dompet. Bram ingat betul betapa kontrasnya kehidupan mereka sekarang. Dia, Bram, masih berkutat dengan kerasnya jalanan Malang sebagai pengemudi ojek daring. Sement...

Keuntungan Tugu yang Tak Wajar

Image
Mentari pagi terasa hangat menusuk kulit. Budi, seorang wartawan investigasi dengan rambut sedikit gondrong dan mata setajam elang, menyesap kopi pahitnya. Di hadapannya terhampar gunungan catatan, foto-foto buram, dan transkrip wawancara. Targetnya kali ini yaitu dia ingin menelusuri aliran dana miliaran rupiah, yang konon mengucur untuk sebuah tugu ikan terbang. Bukan tugu megah dari perunggu atau marmer, melainkan sebuah konstruksi yang menurut informasi di media sosial, tugu tersebut bermaterial resin, dengan kerangka kayu, dan daun pisang. Awalnya, Budi menganggap ini lelucon. Namun, semakin dalam dia menggali, semakin banyak kejanggalan yang dia temukan. Budi mencoba menghubungi pihak-pihak terkait, namun tembok birokrasi seolah membentang tebal di hadapannya. Frustrasi mulai menyergap. Namun, naluri seorang jurnalis yang pantang menyerah, membuat Budi terus mencari celah. Hingga suatu hari, dia menemukan iklan daring yang menggelitik: "Tour Eksklusif: Melihat Keajaiban Tugu...
Cerita dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah ketidak-sengajaan penulis untuk jalannya cerita. Dan Blog ini adalah bagian dari Usaha di bawah nama branding Edugameapp yang menyediakan layanan berupa cerita pendek bergenre umum, humor dan horor yang diperuntukkan untuk pengguna internet dewasa.

Popular posts from this blog

Cerita Hantu Berantai episode III: Kontrakan

Cerita Hantu Berantai episode I: Kampung

Dibalik Naiknya Belanja Sri

Kisah Horor: Panggilan Ayah

Antara Karma dan Nasib

Sahur Sendiri bersama Kunti

Cerita Hantu Berantai episode II: Kantor

Dibangkitkan sebagai Pezina